Kategori

February 6, 2023

SERU BERITA

Suara Rakyat

Lamaran

1 min read

Jakarta – “Kalau saya PKI, apakah kamu akan tetap mau menikah denganku?,” akhirnya suara lelaki itu terdengar juga. Angin berhembus pelan. Mereka duduk berdua memandang langit senja di kejauhan.

“Terima kasih mas, kamu sudah berterus terang.” Perempuan itu menjawab. Suaranya lembut. Ujung rambutnya dimainkan angin. Menutupi sebagian wajahnya.

“Kamu benar mau menikah denganku? Aku ini PKI.” Lalaki itu kembali menyatakan kejujurannya. Mungkin ia khawatir, pasangannya tidak mendengar ucapannya tadi.

“Iya. Kita akan segera menikah, mas. Kamu PKI. Aku Gerwani. Kita klop.” Lalu dia merebahkan kepalanya di dada lelaki itu. Telinganya menangkap detak sayup. Ritmis. Pelan dan tenang. Dia merasakan suasana nyaman. Seperti laut di depan mereka malam itu. Hanya ombak kecil memainkan botol air mineral.

“Mas, boleh aku tahu apa maharmu nanti. Apa yang kau rencanakan untuk kau berikan padaku sebagai mas kawin.”

“Aku gak punya ide lain, dik. Seperti orang-orang lain, aku akan memberimu seperangkat alat pertanian. Tunai.”

“Ada palu dan arit juga?”

“Hus. Jangan bicara keras-keras. Nanti kita didemo FPI.”

Sang perempuan tersenyum. Dia suka melihat wajah kekasihnya ketika sedang khawatir. Raut seperti ini yang setiap malam dia rindukan.

“Tapi mas, kenapa kau tidak meminangku dengan Bismillah?”

“Ingat, dik. Aku ini PKI. Dan kamu Gerwani. Kita juga bukan jamaah pengajian kampus. Berdoa saja, dik. Supaya kita menjadi kekuarga sakinah mawaddah warrahmah…”

“Subhanallah, mas. Syukron…” tanpa disadari matanya basah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *