Kategori

September 25, 2022

SERU BERITA

Suara Rakyat

MEREKA BEBAS !!

2 min read
Mereka Bebas

Bebas, Sujud Syukur

Jakarta, SERUBERITA – Akhirnya, 2 orang anggota polisi yang sudah menewaskan 6 orang laskar FPI, divonis bebas oleh hakim. Jujur, saya senang mendengar berita ini. Sudah seharusnya memang 2 orang anggota polisi itu bebas, karena mereka membela diri saat sedang menjalankan tugas.

Peristiwa yang dikenal dengan nama peristiwa KM 50 itu, memang sudah sarat kontroversi sejak awal. Bermula dari perintah untuk mengawasi Rizieq Shihab saat dia diduga melanggar prokes waktu mengumpulkan banyak orang saat pulang dari Saudi, beberapa anggota polisi mengamati lokasi tempat Rizieq bersembunyi.

Nah, saat Rizieq keluar bersama pengawal-pengawalnya, para polisi itu ikut membuntuti. Tiba-tiba mobil mereka ditabrak, dan mereka diserang pakai senjata tajam. Saat itu, 2 orang laskar FPI langsung ditembak mati sedangkan yang lainnya melarikan diri. Ketika sisanya berhasil ditangkap, dan rencana mau dibawa ke kantor polisi, tiba-tiba 4 orang laskar FPI yang ada di mobil tahanan mencoba merebut senjata dan memukuli petugas. Kembali mereka ditembak mati karena sudah membahayakan jiwa petugas.

Peristiwa penembakan 6 orang laskar FPI ini kemudian membuat geger masyarakat. Banyak orang menuding bahwa petugas polisi yang menembak mati para laskar itu, sengaja membunuh ke 6 nya untuk menutupi jejak. Framing dan hoax yang beredar membuat 2 orang anggota polisi itu tersudut. Apalagi Komnas HAM ikut campur tangan mencoba menyelidiki. 

Hampir tidak ada pembelaan kepada para petugas polisi yang disudutkan itu. Hanya karena mereka memegang senjata, mereka dianggap bersalah. Tapi tidak banyak yang membangun cerita bahwa mereka sedang membela diri. Seandainya senjata polisi itu berhasil direbut oleh laskar FPI itu, maka nyawa para petugas lah yang hilang. Dan jika mereka yang tewas, pasti beritanya gak akan sebesar ini karena dianggap mereka wajar meninggal dalam tugas.

Vonis bebas ke 2 orang anggota polisi itu, membuat saya lega. Karena jika mereka akhirnya dihukum, itu jelas adalah kekalahan negara terhadap ormas. Bagaimana bisa, mereka yang bertugas atas nama negara dan membela negara melawan ormas bersenjata, harus dihukum penjara ? Jelas ini gak masuk logika berfikir saya. Belum lagi, jika kedua orang anggota polisi itu tewas ditempat, atau dipenjara, pasti ormas seperti FPI dan ormas radikal lainnya, akan bersorak sorai dan mengglorifikasi situasi.

Tentu para petugas lainnya akan takut untuk bertindak jika pada akhirnya negara tidak membela mereka. Dan ini akan berpengaruh pada mental petugas di lapangan. Situasi ini akan jadi berbahaya. Ketika mereka pasif, maka ormas akan merajalela, menganggap bahwa perbuatan mereka akan dibela oleh negara yang mereka musuhi.

Untungnya, hakim masih berfikir luas. Kekalahan petugas dalam situasi ini, maka ini berarti kekalahan negara. Maka vonis bebas itu mutlak diperlukan untuk membangun kepercayaan bahwa negara hadir membela para pembelanya.

Saya harus mengucapkan selamat, syukur Alhamdulillah atas vonis bebas ini. Dan semoga nama baik kedua petugas polisi ini dipulihkan kembali, dan pangkat mereka dinaikkan. Mereka sudah bekerja dengan benar. Toh yang minta ketemu bidadari ya para laskar FPI. Masak udah dikabulkan permintaannya, teman-temannya pada protes semua?

Saya harus angkat secangkir kopi untuk hari yang bergembira ini. Seruput!. Markira, mari kita bergembira!. (SB)

Leave a Reply

Your email address will not be published.